Posts

Showing posts from November, 2017

Surat Handry Satriago

Usia saya baru 17 tahun waktu itu, dan hidup berjalan jauh dari yang saya  harapkan. Apa yang bisa dilakukan ketika keterbatasan seakan menjelma menjadi  tembok besar dan ketakutan adalah anak panah berapi yang terus  dilontarkan kepada kita sehingga kita tidak berani maju dan terus  mundur? Saya, dan mungkin juga ayah saya waktu itu, memulainya dengan  menerima kenyataan . Menerima bahwa jalan tidak lagi mulus, bahwa  lapangan pertempuran saya jelek, dan amunisi saya tidak lengkap.  “Reality bites” kata orang. Betul itu. Tapi menerima “gigitan” itu berguna  untuk membuat kita mampu menyusun strategi baru. Menghindarinya  atau lari darinya justru membuat kita terlena mengasihani diri kita terusmenerus  dan menenggelamkan kemampuan kita untuk dapat melawan  balik. Kemudian saya mengumpulkan kembali puing-puing mimpi saya. Tidak!  Mimpi tidak akan pernah mati. Manusia bisa dibungkam, dilumpuhkan,  bahkan dibunu...