Posts

Showing posts from October, 2017

Pesan untuk sepasang kekasih

Tulisan ini kutujukan untuk kalian: Sepasang Kekasih yang tengah berjuang.           Kalian tidak sempurna. Hal ini adalah hal pertama yang ingin aku ingatkan. Saat jatuh cinta, segalanya terlihat tanpa cela. Kalian mengiyakan segala kelebihan dan memilih tak melihat kekurangan. Makin lama mengenal, akan makin terlihat jika seseorang yang kamu cintai ternyata tidak sesempurna tokoh dalam khayalan . Tarik napas, dan terimalah. Sebab, bukankah proses penjajakan adalah untuk semakin mengenal dan mendukung ke arah kebaikan?           Kasih itu sabar. Ingat ini tiap kali kalian bertengkar. Akan ada beberapa kesempatan saat kalian hilang kendali dan saling menyakiti. Diam, dan renungi, apakah hubungan seperti ini yang kalian ingini? Ketika dua menjadi satu, akan ada keinginan dan ego yang harus ditelan. Bukan untuk menyatakan perihal siapa yang kalah dan menang, ini adalah perihal ...

Lelaki Idaman

Kamu Mendapati aku Terdiam Berlinang Air mata Kamu Mendapati aku Diam-diam Memanggil namamu Kamu Minta maaf soal Aku menjadi begini Aku bilang, "Bukan salahmu." Ini salahku Karena terlalu Sangat amat dalam, Menempatimu sebagai Lelaki idaman #KaryaSabtu #excerption

Di Beranda Waktu Hujan

Kau sebut cintamu penghujan panjang, yang tak habis-habisnya. Di beranda kau duduk sendiri, "Dimana pula sekawanan kupu-kupu itu, menghindar dari pandangku; dimana pula (ah, tidak!) rinduku yang dahulu?" Sapardi Djoko Damono 1970.

lihat aku (mencegahmu) menghancurkan diri

Tubuhku adalah kuil yang menghancurkan dirinya sendiri Lidahku adalah ibu dari kata-kata yang mengkhianati janjinya sendiri Air mataku adalah danau yang membanjiri hutannya sendiri Aku adalah jemari yang mencekik leherku sendiri Aku mengundangmu masuk. Lihat aku menghancurkan diri ------------------------         Entah siang itu, sore itu, atau malam itu. Kamu mengirimiku foto buku yang tertulis kalimat demikian. Dan malam ini, kamu bilang “kamu inget gak pas aku ngirim kamu foto itu, kamu gak peka ta pernah tak kirimin itu” “aku udah hancur saat itu” “dan apa” “aku mencoba membangun ulang diriku” “dan apaaa” “kamu membiarkanku menghancurkan diriku lagi”        Menghancurkan diri adalah pilihan, gung. Aku disini juga hancur. Tapi aku butuh kamu buat saling melengkapi, saling membangun, dan menguatkan. Aku butuh kamu buat sekali lagi berani menabrakkan diri ke tembok logika yang kamu bangun untuk menahan p...