Seberapa Asertifkah Diriku?

Sources: spongy-moments.tumblr.com 


Hai, kata asertif sudah tidak lagi asing bagi sebagian orang, khususnya yang telah mengambil mata kuliah Pengembangan Diri. Dari apa yang telah aku dapatkan, aku menyimpulkan bahwa asertif ini merupakan 
sikap seseorang dalam menyampaikan pendapat dengan baik sehingga maksud yang kita harapkan dapat tercapai tanpa menyinggung pihak manapun.
Terdapat 3 tipe orang yang berhubungan dengan asertivitas. Tipe yang pertama yaitu submisif. Seseorang dengan tipe ini kurang dapat mengekspresikan dirinya, ia cenderung menuruti apa yang orang lain minta. Hal ini karena ia lebih memilih untuk menghindari konflik meskipun harus menomorduakan kebutuhan pribadinya. Cenderung tidak dapat mengatakan 'tidak', namun seringkali membicarakannya di belakang.

Tipe yang sangat berlawanan dengan submisif yaitu agresif. Seseorang dengan tipe ini cenderung jujur dan terbuka dalam menyampaikan pendapat atau keinginannya namun dengan cara yang kurang tepat, cenderung memerintah, mengutamakan kebutuhan diri, memaksakan kehendak, serta mengabaikan perasaan orang lain. Perilaku yang ditunjukkannya dapat menimbulkan ketegangan.

Pilihan sikap yang paling tepat adalah menjadi Asertif, yaitu dapat mengungkapkan pikiran, perasaan, kebutuhan dan hak pribadi dengan memperhatikan pemikiran dan perasaan orang lain. Dengan sikap ini, kebutuhan dan keinginan kita dapat terpenuhi dengan tetap menghargai hak orang lain. Bagi sebagian orang, menjadi asertif merupakan hal yang tidak mudah, namun hal ini dapat dipelajari.

Aku merupakan seseorang yang termasuk submisif-asertif. Perlu usaha dan keberanian lebih bagiku untuk bersikap asertif. Aku yang pada dasarnya adalah seseorang yang sangat memikirkan orang lain, seringkali menimbang-nimbang dahulu apakah sikapku ini akan dirasa tepat atau tidak oleh orang lain. Meskipun begitu, aku cenderung memilih untuk asertif, karena menurutku, kita tidak akan tahu bagaimana tanggapan orang lain jika kita tidak menyampaikannya. Ada kemungkinan bagi kita untuk mendapat respon positif atas hal yang kita sampaikan. Namun apabila kita mendapat respon negatif, kita dapat menjadikannya sebagai latihan untuk penyampaian yang lebih baik kedepannya. So, tidak perlu takut untuk mencoba. I chose to be assertive, how about you?

Comments

Popular posts from this blog

His Way