lihat aku (mencegahmu) menghancurkan diri

Tubuhku adalah kuil yang menghancurkan dirinya sendiri
Lidahku adalah ibu dari kata-kata yang mengkhianati janjinya sendiri
Air mataku adalah danau yang membanjiri hutannya sendiri
Aku adalah jemari yang mencekik leherku sendiri

Aku mengundangmu masuk. Lihat aku menghancurkan diri

------------------------
        Entah siang itu, sore itu, atau malam itu. Kamu mengirimiku foto buku yang tertulis kalimat demikian.

Dan malam ini, kamu bilang
“kamu inget gak pas aku ngirim kamu foto itu, kamu gak peka ta pernah tak kirimin itu”
“aku udah hancur saat itu”
“dan apa”
“aku mencoba membangun ulang diriku”
“dan apaaa”
“kamu membiarkanku menghancurkan diriku lagi”

       Menghancurkan diri adalah pilihan, gung. Aku disini juga hancur.

Tapi aku butuh kamu buat saling melengkapi, saling membangun, dan menguatkan.

Aku butuh kamu buat sekali lagi berani menabrakkan diri ke tembok logika yang kamu bangun untuk menahan perasaanmu yang bisa saja lepas dan membawamu menuju rasa sakit.

Aku butuh kamu buat berani membahayakan diri untuk menerobosnya dan sekali lagi percaya aku.

Karena kali ini, gung. I will save you, I will keep you, I wont let you drown. And i’ll give everything to save you.

ayo sama aku membangun ulang lagi seperti yang pernah kamu coba dulu. kali ini kamu gak sendirian. aku gak akan biarin rasa sakit menenggelamkanmu.

kamu percaya aku?

Comments

Popular posts from this blog

His Way